Menulis Cerita Fiksi Kini Lebih Mudah


Judul.              : Menulis Cerita Fiksi Kini Lebih Mudah
Resume Ke      : 13
Gelombang      : 20
Tanggal            : 09 Agustus 2021
Tema                : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber    : Bpk. Sudomo, S.Pt.

 السلام عليكم و رحمة الله و بركة
Hi, Readers.

 "Literature is a luxury; fiction is a necessity"

(Sastra adalah sebuah kemewahan, fiksi adalah sebuah kebutuhan ~ Gilbert Keith). 

Mari mengenal lebih dahulu makna cerita fiksi, menurut KBBI cerita fiksi adalah cerita rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan Klik disini. Dalam arti umum cerita fiksi berarti cerita yang tidak terjadi sebenarnya. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian cerita fiksi adalah sebuah karya satra yang bersifat imajinasi atau khayalan dari penulis dan bukan kejadian yang sebenarnya.

Pelatihan menulis Ke-13 disampaikan langsung oleh pakar penulis fiksi, Bpk. Sudomo, karya beliau sudah melalangbuana, semua tulisan beliau memiliki ciri khas yakni bermodel fiksi. Banyak lomba menulis yang sudah beliau menangkan, pantaslah karena karya beliau memang begitu mempesona untuk dibaca. karya beliau abadi dalam blog Bianglala Kata, mari mampir sejenak untuk menghilangkan dahaga cerita indah.

"Harusnya aku mempelajari ini lebih dahulu, sebelum menulis karyaku," gumamku dalam hati, sambil memikirkan karyaku yang hampir selesai tapi kehilangan arah.😅

"Pantaslah tak selesai, karena ku belum menemukan formulanya." ku tepuk jidatku, sembari menyalahkan diri.

"Yuk, belajar dari bapaknya dulu lah, sapa tau habis ini bisa kayak beliau," menyeringailah aku, sambil menyemangati diri. 😁


Penasaran bukan, bagaimana cara untuk menulis cerita fiksi yang menarik?

Cara yang pertama yakni harus mengetahui terlebih dahulu apa alasan kita menulis cerita fiksi, mengapa demikian? karna tanpa tahu tujuan kita menulis karya fiksi, akan menyulitkan kita untuk menulis, seperti halnya bagai perahu yang terombang-ambing ditengah samudra.

Berikut beberapa alasan mengapa menulis cerita fiksi :


Karna salah satu materi dalam AKM yakni teks literasi fiksi, maka perlunya kita mempelajari cara penulisan karya fiksi, termasuk untuk mengikuti lomba menulis yang rata-rata berkategori karya fiksi.

Cara yang kedua, yakni mengetahui terlebih dahulu syarat dalam menulis cerita fiksi, yaitu :
  • komitmen berarti istiqomah dalam belajar menulis cerita fiksi dibarengi niat yang kuat
  • riset, setelah komitmen harus dibarengi kemauan dan kemampuan melakukan riset guna untuk mempermudah penulisan karya fiksi 
  • membaca karya fiksi, hal ini diperlukan untuk menambah wawasan penulisan kita, karena dengan melihat contoh secara langsung akan mempermudah dalam penerapannya.
  • mempelajari KBBI dan PUEBI, pentingnya mempelajari KBBI dan PUEBI supaya tulisan kita sesuai dengan kaidah penulisan dan berstandart nasional, dan memperbanyak kebendaharaan kata yang nantinya bisa diaplikasikan dalam tulisan kita
  • memahami dasar menulis fiksi, sebelum memulai penulisan karya fiksi sebaiknya kita mengetahui dasar penulisannya, untuk mempermudah menyusunnya
  • menjaga konsistensi menulis fiksi, tahap yang sangat penting, semakin banyak berlatih akan menjadikan kita terlatih 
Cara yang ketiga mengetahui bentuk cerita fiksi,


Setiap bentuk cerita fiksi memiliki syarat tersendiri baik jumlah kata yang digunakan maupun paragaraf yang dipakai, seperti halnya ketika menulis novel yang terdiri dari 40.000 kata lebih, pasti dalam benak kita apa yang akan kita tulis nantinya, untuk itu banyak membaca akan memudahkan kita dalam menyusun karya.

Kemudian, cara yang keempat mengetahui unsur penulisan cerita fiksi, seperti 

Ada beberapa unsur pembentuk cerita fiksi, unsur unsur tersebut yang menjadi kerangka dalam menentukan jalan ceita.

  1. Tema : ide pokok cerita

 Cara menentukan tema adalah dengan melihat sekeliling kita sehingga lebih mudah untuk menulisnya, kemudian menyesuaikan dengan minat kita, banyak membaca juga bisa menambah referensi tulisan apa yang akan kita buat nantinya, orang yang punya imajinasi tinggi akan lebih mudah menulis cerita fiksi, atau terinspirasi dari curhatan hati seseorang. 

Ex: pendidikan, covid dsb.

      2.  Premis : ringkasan cerita dalam satu kalimat

Unsur dalam premis adalah karakter, tujuan tokoh, rintangan atau halangan, resolusi. Caranya dengan menulis unsur-unsur pembentuknya kemudian dirangkai menjadi satu kalimat utuh.

Ex : Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan            penyihir jahat demi kedamaian bumi. disini jika dipreteli berarti :

                karakter           : anak 
                tujuan tokoh    : kedamaian bumi
                rintangan         : melawan penyihir jahat
                resolusi             : belajar sihir

        3. Alur atau plot : Struktur rangkaian kejadian dalam cerita

Macam-macam alur : alur maji, alur mundur, alur campuran. alur flashback dan alur kronologis. Unsur-unsurnya : pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik memuncak (klimaks), penyelesaian (ending) dan unsur alur bisa berubah sesuai jenis alur yang dipilih.



        4. Penokohan : penjelasan selangkah demi selangkah tentang karaketer dalam cerita yang diulas                 secara detail 

Macam-macam tokoh : protagonis (baik), antagonis (jahat), tritagonis (pelengkap). tehnik penggamabaran sebuah tokoh bisa melalui analitik, fisik, perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa, tokoh dan penggambaran oleh toko lain.
     
5. Latar atau setting : Penggambaran waktu, tempat dan suasana terjadinya peristwa-peristiwa dalam cerita.
 
Jenis-jenis latar : latar waktu, latar tempat, latar suasana, latar sosial, latar material dan latar integral. 
 
6. Sudut pandang : cara penulis menempatakan diri dalam cerita yang diwudkan dalam pandangan tokoh cerita.

 Macam-macam sudut pandang : Orang Pertama Tunggal, Orang Pertama Jamak, Orang Kedua, Orang Ketiga Tunggal, Orang Ketiga Jamak, dan Campuran.

Cara yang kelima mengetahui bagaimana kiat menulis cerita fiksi, hal ini yang paling penting sebelum menulis cerita fiksi, tentunya perlu ada ilmu biar lebih mudah menulisnya.

berikut beberapa kiat yang bisa diterapkan 


  1. Niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan;
  2. Baca karya orang lain, bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi
  3. Ide dan Genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai
  4. Outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi
  5.  Menulis, terkait membuka  cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan ending yang baik.
  6. Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri.
  7. Publikasi dengan berpegangan pada KBBI dan PUEBI.

Setelah memahami kiat menulis cerita fiksi, masih banyak yang perlu kita pelajari supaya tulisan kita mengalir apa adanya. contohnya ketika kita ingin menulis cerita fiksi dengan menggunakan tehnik show don't tell (menunjukkan dan tidak memberitahu) caranya harus memahami teknik show don't tell terlebih dahulu. Sebagai contoh mudah bisa mulai berlatih dari kata sifat, misalnya sedih. Dengan teknik ini kita akan membangun suasana sedih tokoh tanpa harus menuliskan kata sedih.

"Belajar, teruslah belajar," tutur Pak Domo untuk kami,

"Aku bisa, pasti bisa." krentek hati ku, sambil senyum tak henti keluar dari biibir dan pipiku yang berpadu.

sembari memikirkan apa yang nantinya kutulis sebagai karya fiksi pertamaku, aku menghela nafas dalam-dalam.

"hmmmmmmmm....."

Sambil bertaanya dalam hati,

"Tulisanku sudah sesuai alur di atas apa belum ya,"

Akhirnya, ku baca tulisan blog ini berulang-ulang dengan harapan siapa tahu ada inspirasi yang tersembunyi dari barisan kata yang tersusun rapih.

Setelah sampai akhir kata, aku kembali bertanya,

"Kok, ending tulisan blognya gak ada,"

seraya tertawa terbahak-bahak karena melihat ending yang tidak ada arah.

"Menulislah, walaupun susah menentukan kalimat pertama akan lebih susah lagi ketika mengakhiri sebuah cerita, kuncinya banyak membaca."
~Afifah


                                                                                                                           ولسلام عليكم و رحمة الله و بركة 

            

About Nur Afifah

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

12 comments :

  1. cerpen based on true story, kereen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, alasan belum nyelesaikan tulisan untuk dikirim ke email mis phia. Gak bisa bikin ending 😅🙏

      Hapus
  2. Cantik keren, motivasi penutup mengena banget buat aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe penutup yang kurang jelas. Dari dulu susahnya bikin penutup

      Hapus
  3. Resume yang komplit. Ending menggantung yang bikin pembaca penasaran dengan kelanjutan tulisannya. Hehe

    BalasHapus
  4. "Hahaha", ku tertawa sambil mengingat tulisan blog yg belum tertatah. "Terimakasih pak," sahutku sambil tersenyum malu. 😅🙏

    BalasHapus
  5. SUDAH HEBAT RESUMEnya bunda....komplit..💪

    BalasHapus
  6. Saya mengikuti terus tulisan Bu Nurafifah.

    Berbakat dan Kren. Lanjutkan

    BalasHapus
  7. Resume yang apik dan lengkap. Mantap

    BalasHapus

Entri yang Diunggulkan

Circle Positif, Apa ciri - cirinya?